5 Pembalap MotoGP Terbaik 2023

5 rider terbaik

5 Pembalap MotoGP Terbaik 2023 – Penampilan mengesankan sepanjang MotoGP 2023 menciptakan 5 pemenang. Motorsport. com menekuni statistik buat memilah 5 pembalap terbaik.

MotoGP 2023, teruji jadi salah satu kampanye sangat kompetitif buat seri ini, sebab perebutan titel antara duo Ducati, Francesco Bagnaia, serta Jorge Martin, berlangsung, sengit sampai balapan terakhir, dalam kampanye memiliki yang pula memperkenalkan, Sprint Race buat awal kalinya.

Bagnaia kesimpulannya menang dengan selisih 39 poin buat, mencapai gelar juara keduanya, mengakhiri tahun yang luar biasa untuk Ducati dengan, rekor 17 GP yang dimenangkan oleh 6 dari 8 pembalapnya. Pabrikan Borgo Panigale mengumpulkan 43 podium.

Terdapat pula penampilan yang menonjol di tempat lain, dengan Aprilia menang 2 kali atas nama Aleix Espargaro serta Honda mencetak kemenangan tunggal dalam kampanye yang menyedihkan berkat Alex Rins. Para pemenang baru pula timbul, sedangkan yang lain menunjukkan performa yang pantas dipuji tanpa sempat menggapai podium paling atas.

Buat memastikan siapa yang kami anggap pantas selaku 10 pembalap terbaik di MotoGP 2023, kami sudah memikirkan hasil, namun pula hasil yang berkaitan dengan mesin yang mereka miliki. Kami pula memikirkan gimana performa mereka dibanding dengan 10 besar tahun kemudian.

1. Francesco Bagnaia( Tidak berganti)

Regu: Ducati

Hasil GP terbaik: P1( Portugal, Spanyol, Italia, Belanda, Austria, Indonesia, Valencia)

Hasil sprint: P1( Portugal, AS, Italia, Austria)

Total podium: 28

Kualifikasi : P1( AS, Prancis, Italia, Jerman, Austria, Malaysia, Valencia)

Klasemen: P1( 467 poin)

Label juara bertahan yang disandang Francesco Bagnaia buatnya melaksanakan sangat banyak kesalahan di paruh awal tahun ini. Walaupun perjuangannya buat mengejar ketertinggalan 91 poin dari Quartararo, masa 2022, sangatlah heroik, perihal itu tidak lepas dari kedudukan Yamaha yang ialah motor yang jauh lebih lemah daripada Ducati.

Pada 2023, ia tidak dapat melaksanakan perihal yang sama bila berharap buat memenangi gelar lagi, paling utama hoki99 sebab ancaman utamanya mungkin besar hendak tiba dari dalam kandang Ducati.

Dini yang sempurna di Portugal berujung pada musibah dikala terletak di posisi kedua di Argentina serta mengetuai di Amerika Serikat- yang terakhir ini dia salahkan sebab GP23 sangat normal. Hasil tanpa skor ketiga terjalin sebab Maverick Vinales di Prancis. Sedangkan di India, pada akhir masa, dia meluncur keluar dari podium atas kemauannya sendiri.

Bisa jadi sangat banyak melaksanakan kesalahan buat seseorang juara dunia. Kala Pecco bangkit, dia melaksanakannya dengan tegas. 7 kemenangan GP selama masa, tercantum 3 kemenangan ganda di sprint serta GP, buatnya senantiasa bermain apalagi kala penampilannya di Sabtu berganti dari yang terkuat di lapangan pada paruh awal tahun ini jadi sarat permasalahan di paruh kedua.

Sebagian di antara lain diakibatkan oleh luka kaki yang dideritanya dalam insiden seram di Barcelona, di mana kakinya ditabrak oleh Binder. Tetapi, apalagi sehabis dia pulih, penampilannya di hari Sabtu masih kalah dibanding dengan si rival, Martin, karena- terkadang- kemampuannya yang kokoh di bagian depan menghilang.

Tetapi, kemampuannya buat membalikkan kondisi serta triknya mengelola final kejuaraan- kualifikasi kedua( serta setelah itu naik ke posisi terdepan sebab penalti buat Vinales), membenarkan ia melaksanakan lumayan banyak perihal kala berjuang dalam sprint ke posisi kelima, serta memenangkan GP dikala Martin meledak.

2. Jorge Martin( Masuk lagi)

Regu: Pramac Ducati

Hasil GP terbaik: P1( Jerman, San Marino, Jepang, Thailand)

Hasil sprint: P1( Prancis, Jerman, San Marino, India, Jepang, Indonesia, Thailand, Qatar, Valencia)

Total podium: 22

kualifikasi: P1( San Marino, Jepang, Indonesia, Australia)

Klasemen: 2( 428 poin)

Sehabis sebagian putaran awal MotoGP 2023, Jorge Martin mengecam buat jadi salah satu pembalap yang nyaris jadi juara di MotoGP. Tahun pertamanya yang luar biasa pada 2021 teruji susah buat dibesarkan pada 2022 sebab motor Ducati yang dia kendarai jauh lebih kasar daripada lebih dahulu.

Walaupun dia merasa jauh lebih aman dengan Desmosedici GP23 serta mencapai podium Sprint Race di Portugal serta Austin, dia wajib menunggu sampai sprint MotoGP Prancis buat mencapai kemenangan saat sebelum menuntaskan balapan Pekan di urutan kedua. Baru pada GP Jerman, pilot Spanyol kembali naik ke podium paling atas pada Pekan.

Di mari, dia membagikan sekilas cerminan tentang persaingan yang hendak terjalin, sehabis mengalahkan Bagnaia dalam duel head- to- head. 3 GP yang kurang memuaskan di Assen, Silverstone serta Red Bull Ring menyusul, buatnya tertinggal 66 poin dari juara bertahan sehabis sprint di Barcelona.

Tetapi kala Bagnaia hadapi insiden, Martin tingkatkan kecepatannya. Posisi ketiga di GP Catalan berikan jalur buat mencapai 2 kemenangan di Misano serta menempatkannya dalam perebutan gelar juara.

Ia mengakhiri selaku Raja Sprint usai menaklukkan 9 kemenangan di hari Sabtu. Ditambah 4 kemenangan di GP, membuat perebutan gelar terus bersinambung, sebab ia timbul tanpa diragukan lagi selaku pembalap tercepat di paruh kedua masa ini.

Tetapi, 2 kesalahan kritis di Indonesia- ketika dia terjatuh dikala mengetuai balapan sehabis mengetuai 7 poin di klasemen sehabis sprint- dan melorot ke P5 di Australia sebab opsi ban yang salah buatnya tersandung. Kesalahan ban di Qatar sangat disayangkan, tetapi perihal itu dapat saja dikurangi bila Indonesia serta Australia bekerja lebih baik.

Perselisihannya dengan Marc Marquez di GP Valencia, sehabis dia berlari mengejar Bagnaia kala dia terseret ke dalam slipstream, mengakhiri harapannya buat merebut gelar juara. Tetapi pada realitasnya, kesalahan kritis di dikala genting yang betul- betul menggagalkannya.

3. Brad Binder( Naik 4)

Regu: KTM

Hasil GP terbaik: P2( Spanyol, Austria)

Hasil sprint: P1( Argentina, Spanyol)

Total podium: 12

kualifikasi: P2( Australia)

Klasemen: P4( 293 poin)

Penantian Brad Binder buat mencapai kemenangan ketiga di grand prix masih bersinambung sampai 2024. Dia hampir mencapai kemenangan pada sebagian peluang masa 2023 dikala KTM mencapai kemenangan- namun tidak lumayan buat menyerupai Ducati.

Pembalap Afrika Selatan itu untuk KTM semacam Marc Marquez untuk Honda serta Fabio Quartararo di Yamaha- jauh di atas tim- tim lain yang mempunyai performa bagus, memeras hasil optimal dari paketnya tiap akhir minggu. Buktinya, dia mengakhiri tahun 2023 dengan selisih 130 poin dari pembalap KTM terbaik selanjutnya, Jack Miller.

Binder meyakinkan sanggup menandingi Francesco Bagnaia di GP Spanyol, cuma kalah 0, 221 detik di posisi kedua. Dikala MotoGP Thailand, dia nyaris saja mengalahkan pemenang balapan, Jorge Martin, tetapi wajib turun ke posisi ketiga sebab pelanggaran batasan lintasan di lap terakhir.

Di seri final Valencia, Binder nampak dalam keadaan yang baik buat mengakhiri paceklik kemenangan grand prix semenjak Austria 2021 saat sebelum kesalahan di menit- menit akhir buatnya turun ke urutan keempat( yang setelah itu berganti jadi ketiga di ruang steward, menyusul penalti buat Di Giannantonio di P2). 2 podium di Assen kandas diraih berkat penalti batasan lintasan.

Binder sukses merengkuh 2 kemenangan Sprint Race, secara brilian dari posisi 15 di Argentina, di mana dia melesat ke posisi terdepan mulai lap ketiga. Setelah itu, di Spanyol dikala melawan Bagnaia. Performa 6 besar yang tidak berubah- ubah selama tahun membantunya mencapai perimgkat keempat di klasemen, paling tinggi dalam kariernya.

4. Fabio Quartararo( Turun 2)

Tm: Yamaha

Hasil GP terbain: P3( AS, India, Indonesia)

Hasil sprint: P3( Belanda)

Total podium: 4

kualifikasi: P4( Belanda, Indonesia)

Klasemen: 10( 172 poin)

Dari puncak kejayaan kejuaraan dunia pada 2021, sampai hampir kandas tahun kemudian sebab mutu mesin yang lebih rendah. Tahun 2023 menandai titik terendah dalam karier Fabio Quartararo di MotoGP.

Minimnya kecepatan serta penyusutan performa Yamaha di tikungan, sebab nyatanya tidak banyak membagikan keuntungan dibanding para rivalnya, membuat El Diablo serta rekan setimnya Franco Morbidelli tidak bisa menggapai podium paling atas pada 2023.

Berupaya menerima situasinya serta cuma mendesak Yamaha semaksimal bisa jadi sudah memberinya 2 podium grand prix lagi di tempat yang lebih bersahabat di India serta Indonesia buat M1.

5. Marco Bezzecchi( Naik 4)

Regu: VR46 Ducati

Hasil GP terbaik: P1( Argentina, Prancis, India)

Hasil sprint: P1( Belanda)

Total podium: 13

kualifikasi: P1( Belanda, Inggris, India)

Klasemen: P3( 329 poin)

Masa 2023 ialah tahun yang luar biasa untuk Marco Bezzecchi pada masa keduanya di kelas utama. Sehabis tampak menawan dengan kecepatan luar biasa pada masa perdananya 2022, pembalap asal Italia ini membuat langkah besar dengan menggapai 3 kemenangan di grand prix, secara luar biasa.

Di Argentina yang basah, Bez unggul 4, 085 detik dari P2; di Prancis, dia menghindar 4, 256 detik; serta di India, gap melebar sampai 8, 649 detik dari pesaing terdekatnya.

Kala Bezzecchi lagi bagus, ia betul- betul brilian. Seperti itu yang buatnya senantiasa terletak dalam perebutan gelar juara sampai putaran ketiga saat sebelum seri terakhir masa ini. Penampilannya di hari Sabtu sangat solid, cuma sekali kandas finis di luar 12 besar, sedangkan 5 kemenangan Sprint Race- termasuk kemenangan di Assen- memastikannya mencapai banyak poin. Tetapi, konsistensi tidak senantiasa berpihak pada Bezzecchi, dengan akhir minggu yang luar biasa umumnya diiringi dengan akhir minggu yang biasa- biasa saja.

Sebagian permasalahan luka, tercantum patah tulang selangka dikala latihan menjelang GP Indonesia, tidak menolong perjuangannya.