Bezzecchi peruntukan Bagnaia serta Martin selaku Acuan

marco bezzechi

Bezzecchi peruntukan Bagnaia serta Martin selaku Acuan – Marco Bezzecchi tidak percaya kalau kehadiran Marc Marquez hendak mengganti penyeimbang di Ducati. Rider VR46 Racing itu memilah Francesco Bagnaia serta Jorge Martin selaku rujukan dibanding si juara MotoGP 6 kali.

Tidak terdapat keraguan tentang siapa yang jadi kejutan besar di MotoGP 2023, sebab lompatan mutu Marco Bezzecchi sangat mengesankan. Paling utama bila memikirkan kalau dia cuma mengenakan Desmosedici GP22 lama.

Motor yang sudah mengantar Pecco Bagnaia ke tampuk juara buat awal kali di kelas utama. Di Argentina, pada realitasnya, Bez mencapai kemenangan pertamanya. Suatu hasil yang setelah itu dia ulangi di Prancis serta India, dan di Sprint Race MotoGP Belanda.

Itu merupakan rekor yang wajib ditambahkan dengan 9 finis podium yang lain dalam Sprint Race serta balapan panjang dunia hoki99, yang bawa pilot Italia itu menuntaskan Kejuaraan Dunia di tempat ketiga. Bisa jadi terdapat sedikit penyesalan sebab luka tulang selangka yang dideritanya dalam tahap latihan di Ranch, yang pada kesimpulannya mencegahnya buat senantiasa bertarung dengan Bagnaia serta Jorge Martin sampai balapan terakhir di Valencia.

Tetapi, semacam yang ia katakan dalam suatu wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, hasil 2023- nya senantiasa positif. Aku tentu mengumpulkan sedikit lebih banyak dari harapan aku. Aku tidak dapat tidak senang. Di final, sejujurnya, aku mau tampak lebih baik. Bahu aku tidak menolong aku, namun aku bangga dengan apa yang aku raih, ucapnya.

Kemenangan itu tiba sangat dini, pada putaran kedua masa ini, serta perihal itu memungkinkannya buat membuat klik yang bagus. Kemenangan mengganti metode pandang Kamu terhadap bermacam perihal, membagikan Kamu ketenangan yang berbeda. Sebab pada dikala itu, Kamu jadi sadar kalau Kamu dapat mencapai kesuksesan.

Tetapi, pada dikala yang sama, kemenangan awal cuma terjalin dalam satu hari. Namun semenjak dikala itu, Kamu wajib senantiasa berupaya buat jadi sekuat Kamu pada hari itu. Pada bagian terpanas masa ini, Ducati pernah menawarinya Desmosedici GP tipe pabrikan buat tahun 2024, namun syaratnya, dia wajib hijrah ke Prima Pramac Racing. Tetapi, pembalap asal Romagna ini lebih memilah buat bertahan satu tahun lagi dengan regu Valentino Rossi, walaupun wajib puas dengan GP23.

Semacam yang senantiasa aku katakan, aku sudah memikirkannya dengan matang, aku sudah melaksanakan pertimbangan yang lumayan panjang. Opsi aku merupakan opsi yang sebagian berasal dari hati serta sebagian lagi dari otak. Aku baik- baik saja di tempat aku terletak, namun opsi ini jelas terpaut dengan hasil yang aku raih. Dalam karier aku, aku senantiasa memperoleh hasil yang lebih baik bila aku merasa bahagia dengan regu, ucapnya.

Bagaimanapun, dia memandang masa depannya masih terikat dengan pabrik Borgo Panigale, dengan harapan kalau bisa jadi motornya hendak lekas jadi motor merah.

Ya. Untungnya aku mempunyai ikatan yang baik dengan seluruh orang serta aku mau mempunyai masa depan dengan Ducati secara formal. Untuk aku, itu hendak jadi suatu yang luar biasa, dia melanjutkan.

Kehadiran juara dunia 8 kali semacam Marc Marquez di Ducati masa depan nyatanya tidak sangat mengkhawatirkannya, sebab bagaimanapun pula levelnya telah sangat besar di antara rekan- rekan satu timnya.

Pada realitasnya kami masih beranggotakan 8 orang, katanya. Di Ducati, kami telah mempunyai juara dunia serta juara kedua. Bagnaia serta Martin merupakan rujukan yang tidak terbantahkan, bagaimanapun pula tidak hendak gampang. Kemudian, pasti saja, Marquez sangat kokoh.

Marco Bezzecchi senantiasa percaya kalau kehadiran Marc Marquez tidak hendak mengganti penyeimbang di regu Ducati. Rider VR46 Racing tersebut malah mengambil Francesco Bagnaia serta Jorge Martin selaku acuan daripada memandang kejuaraan 6 kali Marc Marquez.

Masa MotoGP 2023 bawa kejutan besar dengan penampilan impresif Marco Bezzecchi. Mengendarai Desmosedici GP22 yang telah lama, Bezzecchi sukses mencapai kemenangan pertamanya di Argentina, yang diiringi dengan kemenangan di Prancis serta India, dan di Sprint Race MotoGP Belanda.

Walaupun hadapi luka tulang selangka dalam tahap latihan di Ranch yang menghentikannya bertarung di Valencia, Bezzecchi menuntaskan masa di tempat ketiga dengan 9 finis podium. Walaupun terdapat sedikit penyesalan, Bezzecchi senantiasa merasa positif terhadap pencapaian musimnya.

Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Bezzecchi mengatakan kebahagiaannya serta kebanggaannya atas hasil masa 2023. Walaupun mau tampak lebih baik di balapan terakhir, luka bahunya jadi hambatan.

Kemenangan di putaran kedua masa membagikan pergantian perspektif untuk Bezzecchi, membagikan keyakinan diri kalau kesuksesan bisa diraih. Tetapi, ia menyadari kalau sehabis kemenangan awal, upaya terus dibutuhkan buat mempertahankan performa terbaik.

Walaupun Ducati menawarkan Desmosedici GP tipe pabrikan buat tahun 2024, Bezzecchi memilah buat bertahan satu tahun lagi dengan regu Valentino Rossi, walaupun wajib memakai GP23. Keputusan ini dipengaruhi oleh kenyamanan serta kebahagiaannya di regu dikala ini, yang dianggapnya selaku aspek berarti buat hasil yang lebih baik.

Bezzecchi memandang masa depannya terikat dengan pabrik Borgo Panigale, serta ia melaporkan harapannya buat jadi pembalap formal Ducati. Walaupun Marc Marquez hendak bergabung dengan regu Ducati pada masa depan, Bezzecchi senantiasa percaya serta menyangka Francesco Bagnaia serta Jorge Martin selaku rujukan yang tidak terbantahkan di dalam regu. Walaupun mengakui kekuatan Marquez, Bezzecchi percaya kalau dengan rekan setim semacam Bagnaia serta Martin, tantangan senantiasa berat.

Pada kesimpulannya, Bezzecchi mengakui hubungannya yang baik dengan regu serta keinginannya buat mempunyai masa depan yang luar biasa dengan Ducati secara formal. Dia optimis kalau, walaupun tantangan yang terdapat, Ducati hendak terus bersaing di tingkat paling tinggi MotoGP.

Marco Bezzecchi senantiasa percaya kalau kehadiran Marc Marquez tidak hendak mengganti penyeimbang di regu Ducati. Rider VR46 Racing itu lebih memilah mengambil Francesco Bagnaia serta Jorge Martin selaku rujukan dibanding menyangka Marc Marquez, juara MotoGP 6 kali, selaku patokan utama.

Masa MotoGP 2023 jadi kejutan besar dengan penampilan impresif Marco Bezzecchi, yang sukses mencapai kemenangan pertamanya di Argentina. Mengendarai Desmosedici GP22 yang telah lama, Bezzecchi mencapai kemenangan di sebagian balapan serta finis podium sebanyak 9 kali, menempatkannya di peringkat ketiga dalam Kejuaraan Dunia.

Walaupun hadapi luka tulang selangka yang menghentikannya dari, pertarungan di Valencia, Bezzecchi melaporkan kalau masa 2023 senantiasa positif, walaupun dengan sedikit, penyesalan terpaut performa di balapan terakhir.

Dalam wawancara dengan, La Gazzetta dello Sport, Bezzecchi mengatakan kebahagiaan serta kebanggaannya atas hasil yang sudah diraih. Kemenangan dini masa bawa pergantian besar dalam pemikirannya, membagikan keyakinan diri baru. Walaupun menyadari kalau kemenangan awal cuma terjalin dalam satu hari, Bezzecchi menekankan berartinya terus berupaya buat menggapai performa terbaik.

Walaupun Ducati menawarkan Desmosedici GP tipe pabrikan buat tahun 2024, Bezzecchi memutuskan buat senantiasa bersama regu Valentino Rossi, walaupun memakai GP23. Keputusan ini didasari oleh kenyamanan serta kebahagiaannya di regu dikala ini, yang dianggapnya selaku aspek kunci buat mencapai hasil yang lebih baik.