Persaingan Panas Internal Jadi Landasan Kekuatan Ducati

ducati tim

Persaingan Panas Internal Jadi Landasan Kekuatan Ducati – Dengan kehadirannya yang lebih besar di grid MotoGP dibanding merk lain, Ducati pula mempraktikkan strategi yang bisa jadi nampak menarik. Pabrikan asal Italia ini mempertahankan kompetisi internal di antara keempat timnya serta menjadikannya selaku salah satu kekuatan.

Kerap diserbu sebab kehadirannya yang masif di grid MotoGP, Ducati berupaya buat mempromosikan pendekatannya terhadap balapan. Dengan 8 pembalap di grupnya, pabrikan bermaksud buat mempertahankan keterbukaan seluas bisa jadi supaya seluruh orang bisa mengoptimalkan kesempatan mereka.

Ini merupakan sistem yang dipertahankan oleh para manajer program, yang menampilkan kalau informasi bisa diakses seluruh box. Minimnya kerahasiaan ini sudah jadi bagian tidak terpisahkan dari tata cara kerja para rider Ducati pada titik- titik tertentu di masa ini.

Mereka pula tidak segan- segan buat memandang informasi Marc Marquez sehabis dia berupaya mengendarai Ducati di uji MotoGP Valencia.

Kami tidak khawatir dengan rider kami serta persaingan di antara tim- tim Ducati, bila tidak, kami tidak hendak memasok motor pabrikan buat Pramac serta motor buat regu satelit yang lain, ucap Davide Tardozzi.

Kami berbagi informasi serta kami tidak hendak melaksanakannya bila kami khawatir. Kami membagikan seluruh data terkini kepada para rider yang berhak mendapatkannya. Bila kami khawatir, kami tidak hendak, melaksanakannya, kami hendak mempunyai, pendekatan yang berbeda.

Baginya, metode kerja semacam ini sudah jadi salah, satu elemen yang berkontribusi, pada kemajuan merk sepanjang, bertahun- tahun.

Persaingan antara regu Ducati sudah tingkatkan tingkat di dalam Ducati, jadi kami bahagia mempunyai kompetisi internal yang membuat kami tumbuh dalam perihal informasi. Para insinyur kami bahagia mempunyai 8 peluang buat memandang apa yang terjalin dengan motor,” ungkap Tardozzi.

Tetapi, semenjak 2023, terdapat 2 kelompok yang jelas berbeda di antara 8 motor ini. Regu pabrikan serta regu Pramac Racing hoki99 slot memakai model masa ini, sedangkan VR46 serta Gresini Racing memakai Desmosedici GP22.

Di antara kedua kelompok ini, perbandingan bisa timbul bersumber pada hasil ataupun opsi individu para pembalap, semacam perbandingan yang diambil oleh Jorge Martín serta rekan setimnya dikala itu, Johann Zarco, dalam perihal fairing aerodinamis.

Di sisi lain, kala suku cadang baru dibesarkan oleh para insinyur Ducati, suku cadang tersebut ditawarkan secara bertepatan kepada pabrik serta pembalap Pramac. Walhasil, Martin dapat menyelaraskan dirinya dengan perlengkapan Bagnaia serta bersaing dengan persyaratan yang sama di kejuaraan.

Di sisi lain, tahun kemudian, sistem yang sama tidak menguntungkan Martin, sebab regu Pramac wajib mempertahankan spesifikasi mesin baru yang dimohon oleh regu pabrikan, yang sudah dibatalkan oleh Bagnaia, pada saat- saat terakhir. Opsi ini mengikat tiap- tiap regu, serta bukan pada pembalap secara orang semacam dalam permasalahan fairing.

Ini sangat jelas. Kami mempunyai 8 Ducati serta kami memperlakukan mereka dengan jujur. Apa yang layak mereka miliki tertulis di kontrak yang mereka miliki. Serta mereka dapat memandang seluruh informasi pembalap lain, tegas Tardozzi.

Organisasi ini sudah menimbulkan suasana yang tidak biasa di mana Pecco Bagnaia wajib mempertahankan gelarnya melawan pembalap dari regu Ducati yang lain, walaupun dia sendiri berstatus selaku pembalap formal. Sehabis ditantang pada tahun 2022 oleh Enea Bastianini serta Ducatinya dari masa lebih dahulu, dia dihadapkan pada tahun 2023 oleh Marco Bezzecchi, yang perlengkapannya menampilkan keterbelakangan yang sama, serta setelah itu di atas segalanya oleh Jorge Martín, dengan siapa pertempuran terus bersinambung.

Kami tidak hendak sempat menghentikan regu lain dalam perihal regu pabrikan. Mereka mempunyai hak buat melaksanakan yang terbaik, buat memperoleh seluruh data yang mereka butuhkan buat mengalahkan kami, ucap Tardozzi.

Davide Tardozzi, perwakilan Ducati, melaporkan kalau persaingan internal antara regu Ducati sudah tingkatkan tingkatan performa secara totalitas. 8 pembalap Ducati membagikan keuntungan dalam perihal informasi, di mana para insinyur bisa memandang bermacam aspek performa motor. Tardozzi menyebutnya selaku” kompetisi internal yang membuat kami tumbuh dalam perihal informasi.”

Walaupun terdapat 2 kelompok berbeda di antara 8 motor Ducati, ialah regu pabrikan serta Pramac Racing memakai model masa ini, sedangkan VR46 serta Gresini Racing memakai Desmosedici GP22, kerjasama senantiasa terdapat. Suku cadang baru yang dibesarkan oleh para insinyur Ducati ditawarkan secara bertepatan kepada pabrik serta regu Pramac, membenarkan kesetaraan dalam spesifikasi.

Terserah mereka buat mempunyai pembalap terbaik serta performa terbaik. Gigi( DallIgna) merupakan pembalap Ducati serta ia mempunyai 8 kesempatan buat menang. Aku merupakan pembalap Ducati Lenovo serta aku mempunyai 2 kesempatan buat memenangkan balapan. Jadi, terserah tim- tim ini buat mengalahkan yang lain. Seperti itu mentalitas Gigi serta mentalitas Ducati.

Itu merupakan suatu yang mendesak kami buat jadi lebih baik, melaksanakan hal- hal yang lebih baik, serta sediakan motor terbaik buat para rider. Martin tidak kurang dari kami tahun ini, dia mempunyai apa yang kami miliki serta pada dikala yang sama. Kami tidak sempat mendatangkan suku cadang baru tanpa dapat memasok suku cadang yang sama ke Pramac.

Kami pikir membagikan motor terbaik serta kesempatan terbaik kepada regu( Ducati]) lain merupakan suatu yang menolong kami serta kami memutuskan buat menjajaki kebijakan ini semenjak 2015. Aku pikir perihal itu langsung berikan kami hasil, serta dengan metode itu kami mendesak diri kami sendiri buat jadi lebih baik.

Apalagi saat ini, kala kami mempunyai motor yang sangat kompetitif, kami rasa tidak adil buat membagikan lebih sedikit kepada regu satelit sebab dapat jadi hendak menghentikan perkembangan kami. Kami mau didorong oleh regu lain buat terus maju, lagi serta lagi.

Tetapi, dengan motor yang sudah jadi dominan di MotoGP, pendekatan ini berisiko. Gigi DallIgna sendiri tidak merahasiakan kenyataan kalau menjelang akhir kejuaraan, hendak lebih baik untuk para mitra Ducati buat memandang Pecco Bagnaia yang menang, daripada Jorge Martin, yang motornya didukung oleh sponsor yang terpaut dengan program individu Pramac Racing.

Persoalan ini telah timbul tahun kemudian, kala Enea Bastianini sukses menandingi pembalap pabrikan serta merebut sebagian kemenangan darinya. Pada dikala itu, regu Borgo Panigale senantiasa mempertahankan letaknya, menolak buat menghalangi para pembalap satelit dengan membagikan instruksi serta cuma memohon tiap pembalap buat tidak membahayakan kemenangan Ducati.

Tahun depan, resiko yang ditimbulkan oleh filosofi ini bisa bertambah 10 kali lipat, sehabis Marc Marquez bergabung dengan regu. Dengan GP23 yang hendak dia kendarai tidak lagi wajib meyakinkan kemampuannya, dapat ditentukan kalau pembalap Spanyol itu hendak jadi penghalang terbanyak untuk para pembalap formal.

Oleh sebab itu, regu pabrikan ketahui kalau tiap aspek wajib dimaksimalkan buat mempertahankan diri, serta ini tercantum sebagian kesalahan yang dicoba oleh Pecco Bagnaia pada tahun 2023, yang mau dihilangkan.

Pada kesimpulannya, kami wajib tumbuh dengan didorong serta dibantu oleh tim- tim satelit. Kami pikir lebih baik tidak menghentikan mereka, tidak merendahkan mereka dibanding dengan kami, sebab bergantung pada kami buat menampilkan kalau kami lebih baik, pungkas Tardozzi.