Fernandes Salah Satu Playmaker Terhebat Masa Premier League

Fernandes Salah Satu Playmaker Terhebat Masa Premier League – Bruno Fernandes kembali menampilkan kelasnya selaku salah satu playmaker terbaik di Premier League dengan performa gemilang dalam kemenangan 3- 0 Manchester United atas Leicester.

Kapten regu asal Portugal itu mencetak satu berhasil serta 2 assist, menguatkan statistik impresifnya masa ini. Fernandes sudah ikut serta dalam 31 berhasil, menjadikannya salah satu pemain sangat produktif di liga.

Semenjak bergabung dengan Manchester United Fernandes sudah mencatatkan 80 assist di seluruh kompetisi. Cuma Kevin De Bruyne, yang dikira selaku salah satu pemain terbaik di generasinya, yang mempunyai lebih banyak assist dengan 90.

Fernandes masuk catatan elit pemain Manchester United di Premier League, bergabung dengan legenda semacam Wayne Rooney, Ryan Giggs, Paul Scholes, Eric Cantona, serta David Beckham.

Statistik Fernandes tidak cuma mengesankan, namun pula menempatkannya di antara playmaker terbaik dalam sejarah Premier League. Walaupun bermain buat regu yang lagi hadapi masa susah, Fernandes senantiasa tidak berubah- ubah jadi pemain kunci.

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, apalagi menyebut regu dikala ini bisa jadi yang terburuk dalam sejarah klub. Tetapi, Fernandes terus bersinar, menghasilkan lebih dari 505 kesempatan semenjak masa 2015/ 2016, lebih banyak daripada pemain mana juga di Premier League, tercantum De Bruyne.

Tidak cuma di Premier League, Fernandes pula memegang rekor selaku pemain dengan berhasil serta assist paling banyak di Liga Europa, dengan total 41 donasi berhasil( 24 berhasil serta 17 assist).

Etos Kerja Tinggi

Pengaruhnya di lapangan tidak terbatas pada berhasil serta assist saja. Fernandes merupakan jantung regu, mengendalikan game baik dikala bermain di posisi yang lebih dalam ataupun selaku gelandang serbu.

Komitmen Fernandes pula tidak butuh dipertanyakan. Dalam pertandingan melawan Ipswich, dikala United bermain dengan 10 pemain, Fernandes nampak keletihan namun senantiasa berlari buat menghentikan serbuan beresiko lawan.

Di babak kedua melawan Leicester, ia pula nampak berlari kencang buat menolong lini balik sehabis kiper Leicester, Mads Hermansen, berupaya menggunakan bola panjang.

Walaupun begitu, tidak seluruh orang memandang Fernandes dengan metode yang sama. Sebagian pihak, tercantum Roy Keane, mengkritik perilakunya yang dikira tidak pantas buat seseorang kapten.

Mantan kapten The Red Devils itu apalagi menyebut Fernandes kurang menampilkan kepemimpinan. Tetapi, Fernandes membalas kritik tersebut dengan performa gemilang di lapangan.

Amorim sendiri mengakui kalau Fernandes terkadang sangat ekspresif di lapangan serta butuh lebih mempercayai rekan- rekannya, namun ia pula menyanjung pengabdian serta kepemimpinan pemain berumur 30 tahun itu.

Fernandes tidak cuma mengetuai dengan perkata, namun pula dengan aksi, membimbing pemain muda serta jadi sinar di tengah masa susah Manchester United.

Tanpa Fernandes, susah membayangkan gimana performa Manchester United masa ini. Pemain yang dijuluki“ Magnifico” oleh para penggemar ini sudah jadi tulang punggung regu, serta kepergiannya hendak jadi mimpi kurang baik untuk United.