Dolar, Minyak , Atau Romantisme, Ke Mana Lanjutkan Karirnya? – Sehabis satu dekade penuh magis bersama Manchester City, Kevin De Bruyne kesimpulannya mengumumkan perpisahan yang emosional kepada para pendukung klub lewat media sosialnya.
Tetapi semacam seluruh pemain yang sempat berdiri di puncak, atensi saat ini bergeser pada satu persoalan yang menggelitik: ke mana langkah De Bruyne berikutnya usai mengakhiri karirnya di Manchester City?
Nama besar semacam dirinya bukan cuma ditunggu, tetapi pula diperebutkan. Di umur 33 tahun, De Bruyne memanglah telah tidak lagi semuda kala awal kali menjejakkan kaki di Etihad. Tetapi, kelas serta pengaruhnya di lapangan bola masih jadi peninggalan yang sangat berharga buat dilewatkan begitu saja.
Beberapa klub dari bermacam penjuru dunia sudah diucap dalam pusaran spekulasi. Dari daratan biru sampai padang pasir Timur Tengah, apalagi ke belahan dunia yang jauh di seberang Atlantik. Tetapi dari seluruh nama yang timbul, satu destinasi nyatanya terus menjadi kokoh menarik: Amerika Serikat.
Kemampuan Reuni Dengan Juan Mata
San Diego FC, klub pendatang baru di Major League Soccer( MLS), diucap selaku kandidat terdepan. Ikatan personal bisa jadi memiliki kedudukan di mari, salah satu owner klub itu merupakan Juan Mata, mantan rekan setim De Bruyne dikala masih di Chelsea.
Keduanya sempat berbagi ruang ubah, serta bisa jadi pula filosofi sepak bola yang mengutamakan metode dan visi, sehingga klub MLS itu dapat jadi destinasi menarik untuk gelandang 33 tahun itu.
MLS sendiri memanglah tengah terletak dalam periode transformasi besar. Sehabis kehadiran Lionel Messi, liga tersebut terus menjadi sungguh- sungguh membangun reputasi global, serta De Bruyne dapat jadi bagian berarti dari fase perluasan selanjutnya.
Di sisi lain, style hidup di California, jarak dari sorotan tajam media Eropa, serta ruang buat membangun bab baru dalam hidup dapat jadi campuran yang menggoda untuk seseorang pemain yang telah kenyang gelar.
Godaan Arab Saudi
Tetapi, godaan dari Arab Saudi pula bukan perihal sepele. Klub bernama Neom SC diucap sudah menjalakan pembicaraan sungguh- sungguh dengan agen De Bruyne buat kepindahan leluasa transfer di buresa transfer mendatang.
Neom, yang dikala ini masih bermain di divisi 2 Saudi, tengah bersiap promosi ke kasta paling tinggi serta mencari nama besar buat mengetuai proyek ambisius mereka.
Mereka sudah menampilkan intensitas lewat perekrutan pemain- pemain Eropa lain lebih dahulu, serta De Bruyne dapat jadi wajah baru buat proyek berolahraga negeri yang terus menjadi ekspansif.
Tidak hanya itu, sempat terdapat berita kalau Cristiano Ronaldo memohon supaya Al- Nassr mendatangkan gelandang internasional Belgia itu sehabis kegagalan klub dalam bersaing dengan Al- Hilal serta Al- Ittihad di 2 masa terakhir di Liga Pro Arab Saudi.
Kesempatan Bertahan di Eropa
Di Eropa sendiri, nama- nama semacam Paris Saint- Germain serta Bayern Munchen senantiasa masuk dalam catatan. PSG diketahui gemar mengoleksi bintang global, sedangkan Bayern mempunyai sejarah dalam menarik pemain- pemain yang mencari tantangan baru tetapi senantiasa dalam kompetisi papan atas.
Tetapi dari seluruh ini, kesempatan De Bruyne kembali ke klub lamanya semacam Wolfsburg ataupun apalagi Gent, tempat dia mengawali karier profesionalnya, masih terkategori tipis, walaupun sentimental.
Yang menarik, dari seluruh opsi yang ada, De Bruyne nyatanya telah menutup mungkin bertahan di Eropa. Keputusannya buat tidak memperpanjang kontrak di City telah jadi sinyal kalau ia mau menghindar dari tekanan sepak bola elit Eropa, serta mencari suatu yang lebih personal. Bukan cuma soal bola, namun pula soal hidup.
Dengan keluarga yang sudah ia sebutkan selaku alibi besar dalam perjalanannya, keputusan selanjutnya nyatanya tidak hendak sekedar didorong oleh tekad berolahraga.
Ia menyebut kalau Manchester hendak senantiasa jadi rumah untuk keluarganya, serta melaporkan syukur atas seluruh perihal yang sudah diberikan kota itu sepanjang 10 tahun terakhir. Kata- katanya memiliki indikator kalau langkah berikutnya hendak sangat dipengaruhi oleh kenyamanan keluarga, bukan cuma nilai kontrak.
Saat ini, panggung selanjutnya untuk De Bruyne tinggal menunggu waktu. Apakah ia hendak menutup karier di liga yang masih muda tetapi menjanjikan, ataupun malah jadi pionir proyek sepak bola Timur Tengah yang penuh tekad?
Cuma waktu yang hendak berikan jawabannya. Tetapi satu perihal yang tentu: ke mana juga ia berangkat, sorotan dunia bola hendak senantiasa mengikutinya serta publik sepak bola Eropa hendak merindukan wujud yang bisa jadi dapat dikira selaku playmaker nomor. 10 terbaik dalam satu dekade terakhir!
