Ancelotti Terancam Dipecat, Inter Cermati Kelemahan Blaugrana!

Ancelotti Terancam Dipecat, Inter Cermati Kelemahan Blaugrana! – Carlo Ancelotti saat ini dalam tekanan besar setelah Real Madrid kalah dramatis dari Barcelona di  lewat babak perpanjangan waktu.

Hasil ini membuat letaknya di sofa pelatih mulai dipertanyakan, sedangkan di sisi lain Inter Milan disebut- sebut mengamati pertandingan ini buat menekuni celah Barcelona menjelang semifinal Liga Champions.

Di tengah panasnya laga sepak bola ini, Madrid wajib mengalami beberapa permasalahan. Mbappe lumayan lama duduk di bangku cadangan, sedangkan Eduardo telah ditentukan absen sampai akhir masa.

Robert tidak tampak serta kondisinya masih diragukan jelang pertandingan babak semifinal Liga Champions melawan Inter Milah.

Ancelotti menemukan pukulan telak semenjak dini laga. Ferland Mendy wajib ditarik keluar sebab luka, menaikkan panjang catatan pemain yang masuk ruang perawatan.

Barcelona tampak memencet. Lamine Yamal nyaris membuka keunggulan dengan tembakan yang membentur tiang, sedangkan Thibaut Courtois wajib sulit payah menepis sundulan Jules Kounde.

Pedri sukses memecah kebuntuan, Madrid sesungguhnya mencetak berhasil melalui Jude Bellingham, tetapi ia telah lebih dahulu offside.

Tidak lama setelah itu, Madrid kembali nyaris memperoleh hadiah penalti sehabis Vinicius dijatuhkan, namun wasit membatalkan keputusan itu sebab offside. Dani Olmo pula nyaris mencetak berhasil langsung dari sepak pojok, namun bola menghantam tiang jauh. Ancelotti juga wajib memutar otak buat mengganti arah game.

Pergantian Besar di Babak Kedua

Merambah babak kedua, Ancelotti mengambil resiko besar dengan memasukkan Mbappe walaupun belum seluruhnya fit. Keputusan ini langsung berakibat. Vinicius memforsir Wojciech Szczesny melaksanakan 2 penyelamatan beruntun di tiang dekat, setelah itu kiper pensiunan itu pula wajib menahan tembakan Mbappe.

Vinicius terus berupaya melewati 2 bek Barcelona, tetapi Koundé sukses menggagalkan kesempatan beresiko tersebut. Mbappe sendiri pernah berharap lawan diganjar kartu merah kala Frenkie de Jong menariknya dikala berlari ke arah gawang, namun sebab terdapat lumayan banyak bek di sekitarnya, wasit cuma menghasilkan kartu kuning.

Mbappe mencetak berhasil dari tendangan leluasa langsung, memantul ke dalam dari tiang gawang, tendangan leluasa awal selama karier profesionalnya.

Real Madrid berputar unggul sehabis Aurelien mencetak berhasil sundulan dari suasana sepak pojok, skema bola mati ini jelas jadi catatan berarti untuk Inter.

Barcelona tidak tinggal diam. Courtois pernah menepis sepakan melengkung Yamal, tetapi Ferran Torres sukses membandingkan peran usai menggunakan umpan lambung dari Yamal, mengelabui kiper serta mencetak berhasil dari sudut kecil.

Di menit- menit akhir, Raul Asencio pernah menjatuhkan Raphinha di kotak penalti, tetapi sehabis tinjauan VAR, keputusan penalti dianulir serta Raphinha malah menemukan kartu kuning sebab dikira melaksanakan simulasi.

Pertandingan kesimpulannya bersinambung ke babak bonus waktu. Berhasil Ferran Torres pernah dianulir sebab offside, tetapi Kounde menebus kesalahannya lebih dahulu dengan mencetak berhasil kemenangan di menit ke- 116, sehabis menggunakan umpan salah Madrid di zona pertahanan.

Dramanya belum usai. Mbappe dijatuhkan keras tidak lama sehabis Brahim Diaz dinyatakan offside, sedangkan Antonio Rudiger yang terletak di bangku cadangan diusir keluar lapangan sebab keluhan keras, sampai wajib ditahan oleh sebagian staf Madrid.

Suasana panas dalam laga ini jadi pelajaran berharga, tidak cuma untuk Real Madrid, tetapi pula untuk Inter Milan yang tengah bersiap mengalami Barcelona dalam laga besar sepak bola Eropa selanjutnya.