AC Milan Kejar Stiker Baru Jonathan David

Jonathan David

AC Milan Kejar Stiker Baru Jonathan David – Monster Serie A AC Milan dikabarkan tengah fokus mengejar Jonathan David dari Lille, apalagi setelah harga jualnya anjlok drastis. Milan saat ini memiliki Olivier Giroud, Noah Okafor dan Luka Jovic. Giroud masih bisa diturunkan namun usianya semakin menua. Sementara itu, Okafor belum bertindak berdasarkan asumsi. Kemudian Jovic juga mengalami hal yang sama meskipun dia telah berhasil mencetak golnya yang paling berkesan untuk Milan. Oleh karena itu, para petinggi Milan ,diperkirakan akan ,berusaha mencari striker lain pada Januari 2024. Selain itu, mereka juga sedang memburu bek tengah.

Milan Mengincar David

AC Milan kemudian, pada saat itu, berusaha membidik penyerang terlebih dahulu. Mereka sebelumnya menyembunyikan satu nama. Strikernya adalah bintang Lille Jonathan David. Kabar ini dipertanggungjawabkan oleh Corriere della Sera. Mereka menjamin Milan mendapat kabar positif dari kejaran David. Jadi biayanya kini turun drastis.

Musim panas sebelumnya dia dihargai 60 juta euro. Namun, saat ini biayanya hanya 30 juta euro. Penurunan harga tersebut ,terjadi karena penampilannya yang ,menurun pada musim ini. Selain itu, perjanjiannya akan ,berakhir pada akhir musim semi 2025.

Mengejar Milan Safeguard

AC Milan saat ini sedang menghadapi kendala di sektor pertahanan. Tiga pelindung fokus mereka terluka. Rossoneri pun membutuhkan amunisi di area tersebut.

Akhir-akhir ini muncul pilihan untuk memulangkan Matteo Gabbia. Dia saat ini dipinjamkan ke Villarreal. AC Milan, bak prahara yang mengharukan, kini berupaya mengubah nasibnya dengan mengejar penyerang lain. Di tengah pertarungan Serie A yang semakin memanas, kebutuhan akan legenda baru terasa sangat mendesak. Terlebih lagi, Jonathan David, pemain cemerlang dari Lille, telah muncul sebagai sosok yang patut dicari, membawa api baru untuk menyalakan kembali hasrat gelar Rossoneri.

Olivier Giroud, yang tetap menjadi mesin objektif yang solid, namun tidak dapat disangkal bahwa usia mulai menutupi penampilannya. Noah Okafor dan Luka Jovic, dua eksistensi baru yang belum sepenuhnya sampai pada puncak asumsi. Rossoneri merasakan kebutuhan akan kehadiran yang lebih ganas, seseorang yang bisa membawa gemuruh ke ujung tombak dan memisahkan pertahanan lawan.

Jonathan David yang menggantungkan fantasi di langit Italia, berubah menjadi gambaran penantian yang menyia-nyiakan. Meski begitu, di balik maraknya kerinduan untuk memboyongnya ke San Siro, permasalahan di sektor pertahanan menjadi bayangan yang tak bisa diabaikan. Dengan tiga bek tengah dirugikan, Milan menderita di markas yang seharusnya dijaga ketat.

Lepas landasnya Matteo Gabbia, yang menyerupai kisah perpisahan yang tak terduga, memicu banjir sentimen. Segala keinginan untuk memulangkannya bagaikan petasan di malam yang redup, namun di balik pancaran cahaya tersebut, ada kekhawatiran apakah barisan pertahanan Rossoneri benar-benar ingin bertahan selama sisa perburuan ini.

Jonathan David, dengan kakinya yang cekatan dan perasaannya yang buas, mungkin bisa menjadi sumber pemberi semangat, memberikan pukulan penting dalam penyerangan. Meski demikian, apakah kehadirannya akan meredakan kekhawatiran di lini pertahanan? Pertanyaan ini menjadi beban di pundak para eksekutif Milan.

Sekutu, mirip dengan penonton dalam pertunjukan yang menggetarkan hati, sedang mempersiapkan diri menghadapi apa yang akan terjadi. Ekspektasi dan tekanan digabungkan menjadi satu, membuat gelombang eksentrik dekat dengan rumah. Dalam perkembangan setiap pemain, gambaran ekspektasi tertentu dan digambarkan merangkak ketakutan.

Jonathan David, pemain dengan sejarah indah bersama Lille, adalah keputusan utama. Namun, seperti fantasi yang hampir menjadi kenyataan, nilainya yang dulunya mahal, kini turun drastis. Dari 60 juta euro pada musim panas sebelumnya menjadi hanya 30 juta euro. Biayanya terasa lebih masuk akal, terutama mengingat perjanjiannya akan berakhir pada akhir musim semi tahun 2025.

Kabar ini bagaikan jiwa lain yang melayang di tengah rasa kantuk, memberikan harapan bahwa Milan tak lama lagi bisa mendapatkan sosok yang bisa mengatur kekuatan di lini serang. Jonathan David, serupa dengan alasan kemenangan yang menyedihkan, membawa penyegaran yang sangat dibutuhkan bagi para penggemar yang haus akan gelar.

Namun, dibalik keinginan untuk menyadarkan kembali kerinduan meraih kemenangan, AC Milan juga harus menghadapi kesulitan di sektor pertahanan. Fokus belakang yang rusak berarti mereka membutuhkan amunisi di lini belakang. Tanpa pengawalan yang kuat, impian meraih kemenangan akan semakin sulit diwujudkan.

Pilihan memulangkan Matteo Gabbia, ibarat sambaran petir dari langit, memberikan ekspektasi ekstra. Penghargaan kepada ,Villarreal mungkin merupakan pengembalian ,yang sangat diinginkan bagi pemain yang pernah menjadi ,pemain penting di grup ini. Percayalah, di tengah perburuan pemain baru, lini pertahanan yang rapuh akan segera diperbaiki, dan Milan bisa kembali ,bersinar seperti masa kejayaannya. Idealnya, di balik pendaftaran pemain baru, ada landasan kuat untuk mengembalikan kilauan kehebatan AC Milan.