Tersingkir, Barcelona Bisa Jadi Awal Baru Bagi Marcus Rashford! – Sebagian minggu terakhir di pusat latihan Carrington jadi simbol retaknya ikatan antara Marcus Rashford serta Manchester United.
Tiap kali pelatih Ruben Amorim meninggalkan zona, Rashford baru nampak masuk. Ia diucap selaku pemain sangat menonjol dari kelompok pemain yang terasing—disebut‘ bomb squad’.
Semenjak Desember kemudian, Rashford mengatakan kalau dirinya merasa siap menempuh tantangan baru dalam karier sepak bolanya. Perkataan itu timbul cuma 5 hari sehabis ia tampak terakhir kali buat United, dalam laga Liga Champions di Plzen.
Statment mengejutkan yang menyiratkan lebih memainkan pelatih kiper Jorge, dibanding Rashford dalam laga melawan Fulham.
Pinjaman ke Aston Villa sepanjang separuh masa jadi jalur tengah. Tetapi dari dini, Rashford dikabarkan senantiasa menaruh hasrat buat membela Barcelona.
Kembalinya si pemain ke Carrington sehabis menempuh pelatihan masa panas di Marbella juga terasa canggung. Tidak lama sehabis regu Rashford melaporkan dia siap bergabung penuh dalam latihan pramusim, pihak klub malah membagikan izin padanya buat menjajaki kepindahan.
Penyerang Inggris pemain yang dikeluarkan dari latihan regu utama Man United bersama Garnacho, Sancho, Antony, Tyrell .
Rashford apalagi lebih kerap tiba di luar jam latihan dibanding rekan- rekan senasibnya, selaku bagian dari apa yang diucap selaku“ pengaturan terkoordinasi”—yang diyakini selaku metode membenarkan ia tidak berjumpa dengan Amorim.
Ironisnya, di tengah krisis berhasil serta keputusan klub buat menggelontorkan Rp 2, 8 Triliun demi Matheus Cunha serta Bryan Mbeumo, 4 pemain dengan nilai gabungan sampai Rp 7, 2 Triliun malah dilatih terpisah.
Nama Rashford, selaku produk perguruan serta salah satu pemain dengan pendapatan paling tinggi di klub sebesar Rp 6, 9 Miliyar per minggu, jadi cerita yang sangat disesalkan.
Apa juga penyebabnya, tidak dapat disangkal kalau Rashford kehabisan arah—baik dari segi performa ataupun semangat bermain sepak bola. Dikala sepatutnya terletak di puncak karier, ia malah berlatih sendirian, berseteru dengan pelatih, serta berupaya meninggalkan klub yang telah ia bela nyaris 2 dekade.
Masa pinjamannya di Aston Villa pernah menampilkan Rashford yang lebih fresh serta termotivasi. Ia sukses menarik atensi pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, serta kembali masuk skuad nasional.
Barcelona serta Kesempatan Hidupkan Kembali Karier
Saat ini, di umurnya yang belum genap 28 tahun, Rashford diucap masih terletak dalam masa emas selaku penyerang. Barcelona dikira selaku panggung besar yang dapat memulihkan kariernya.
Klub raksasa Catalan dikabarkan siap membelinya dengan harga Rp 876 Miliyar masa panas depan—angka yang hendak dikira sangat murah bila Rashford dapat bangkit.
Legenda Manchester United, Teddy Sheringham, pernah menyindir kalau kepindahan Rashford ke Barcelona hendak jadi“ langkah naik yang belum layak ia miliki”. Tetapi, pendapat sinis itu malah menyoroti realita: Barcelona memanglah lebih normal daripada United dikala ini.
Bermain di Nou Camp bersama bintang muda semacam Lamine Yamal, Rashford dapat menciptakan kembali semangat sepak bolanya serta menguatkan kesempatan tampak di Piala Dunia tahun depan.
Amorim kandas mengganti nasib Setan Merah, pelatih selanjutnya dapat saja memandang Rashford selaku bagian dari pemecahan.
