Samai Rekor Messi, Mampukah Raphinha Kejar Rekor Ronaldo? – Barcelona tengah menikmati performa terbaiknya di pentas Eropa masa ini, serta salah satu wujud yang sangat bersinar merupakan winger serta kapten klub, Raphinha.
Dalam kemenangan besar 4- 0 atas Borussia Dortmund pada leg awal perempat final Liga Champions, pemain asal Brasil itu mencatatkan tonggak berarti dalam karier sepak bolanya. Ia sukses menyerupai rekor Lionel Messi dalam perihal donasi berhasil paling banyak dalam satu masa Liga Champions.
Raphinha saat ini mencatat total 19 donasi berhasil, hasil dari 12 berhasil serta 7 assist. Catatan itu sama persis dengan apa yang sempat ditorehkan Messi pada masa 2011/ 12, kala si legenda Argentina mencetak 14 berhasil serta menyumbang 5 assist.
Walaupun gelar Man of the Match dalam laga tersebut diberikan kepada Robert Lewandowski, banyak yang menyangka kalau penampilan Raphinha malah jadi indikator berarti dalam ekspedisi Eropa Barcelona masa ini.
Menariknya, kedua pemain, Messi serta Raphinha, membukukan donasi berhasil tersebut cuma dalam 11 pertandingan. Kenyataan itu jadi fakta konsistensi serta daya guna Raphinha di turnamen antarklub sangat bergengsi Eropa ini.
Dengan leg kedua masih hendak dimainkan, kesempatan Raphinha buat melewati angka 19 donasi berhasil sangat terbuka, terlebih bila Barcelona dapat terus melaju ke babak selanjutnya.
Dikala ini, rekor Cristiano Ronaldo dengan 22 donasi berhasil( 17 berhasil serta 5 assist) di Liga Champions masa 2013/ 14 masih jadi sasaran yang jauh, tetapi bukan tidak bisa jadi buat dikejar.
Raphinha telah sejajar dengan Messi, Seluruh mata penggemar sepak bola hendak tertuju padanya di leg kedua nanti.
Performa semacam ini jadi titik balik berarti untuk Raphinha, paling utama sehabis masa sela waktu internasional bersama timnas Brasil yang pernah buatnya kehabisan ritme.
Ia saat ini nampak telah menciptakan kinerja terbaiknya, bermain dengan yakin diri, serta menjelma jadi poros berarti dalam skema ofensif Barcelona. Dalam sepak bola, momen semacam ini kerapkali jadi pembeda antara pemain bagus serta pemain hebat.
Klarifikasi Berhasil Raphinha
Berhasil yang dicetak Raphinha melawan Dortmund pernah memunculkan ketegangan. Bola sundulan Pau Cubarsà yang hampir masuk gawang dijamah Raphinha di garis, menimbulkan persoalan apakah ia terletak dalam posisi offside.
Ia pernah mengantarkan kepada rekan setimnya kalau dirinya memegang bola itu serta memohon maaf bila berhasil tersebut wajib dianulir. Tetapi, VAR membenarkan kalau berhasil itu legal, serta Raphinha dapat bernapas lega.
Pasca pertandingan, ia mengatakan betapa senangnya bermain dengan para pemain bermutu di sekitarnya. Kerja sama ketiganya nampak terus menjadi matang, serta mereka mulai menghasilkan banyak kesempatan secara kolektif, suatu yang sangat berarti dalam sepak bola modern.
Walaupun menang besar, Raphinha memilah senantiasa rendah hati. Ia menekankan kalau regu lawan memiliki mutu serta sokongan suporter yang dapat membuat laga di Jerman nanti berlangsung berat. Mentalitas semacam inilah yang nampak mencerminkan atmosfer ruang ubah yang disiplin serta fokus di dasar asuhan Hansi Flick.
