Juragan Manchester United sudah Muak Dengar Kejayaan Sir Alex! – Para petinggi Man United telah letih mendengar gimana kejayaan klub di masa Sir Alex Ferguson, sedangkan sebagian pihak apalagi menyalahkan legenda tersebut atas keterpurukan regu dalam sebagian tahun terakhir.
Sir Alex Ferguson bawa klub mencapai 38 trofi, tercantum 13 gelar Premier League. Tetapi, semenjak kepergiannya, Setan Merah cuma sanggup memenangkan 7 trofi tanpa satu juga gelar liga.
Sehabis pensiun, Ferguson kembali ke klub selaku duta global dengan bayaran£2, 16 juta per tahun, namun kedudukannya dihentikan pada Oktober tahun kemudian selaku bagian dari langkah pemotongan bayaran yang dipandu oleh CEO INEOS, Sir Jim Ratcliffe.
Keputusan ini berbarengan dengan pemutusan ikatan kerja, serta bagi laporan The Mirror, mungkin 200 staf yang lain hendak hadapi nasib yang sama dalam waktu dekat.
Tidak hanya berupaya mengembalikan kejayaan United, INEOS pula berupaya menyeimbangkan keuangan klub yang dikala ini mempunyai utang lebih dari£500 juta kepada bermacam kreditur, dan£400 juta yang lain kepada klub lain dalam wujud cicilan transfer pemain.
INEOS Mau Tinggalkan Peninggalan Ferguson
Salah satu aspek yang hendak dipangkas oleh INEOS merupakan kementerian scouting United. Klub hendak kurangi jumlah pemantauan langsung serta bergeser ke pendekatan berbasis informasi dan analisis statistik.
Pergantian ini sangat berbeda dengan metode Ferguson melaksanakan klub di masa kemudian, serta nyatanya perihal ini jadi atensi untuk jajaran direksi.
Bagi laporan The Mirror, Direktur Berolahraga INEOS, Sir Dave Brailsford, dan stafnya telah muak mendengar cerita berhasil Ferguson di masa 1990- an serta 2000- an.
Apalagi, sebagian petinggi United dikabarkan menyalahkan Ferguson atas keterpurukan klub sehabis 2013, dengan alibi kalau legenda asal Skotlandia itu kandas menyesuaikan diri dengan tata cara pelatihan serta scouting modern, yang menimbulkan United tertinggal dari para rivalnya.
Seseorang sumber dalam klub berkata:
“ INEOS tidak mau terdapat hubungannya dengan masa kemudian. Mereka tidak ingin mendengar gimana United sempat memenangkan 13 gelar Premier League serta tidak hendak menerima gagasan kalau terdapat pelajaran yang dapat dipetik dari masa Ferguson.”
“ Mereka mau melupakan 12 tahun terakhir serta bergerak maju. Namun, saat ini malah jadi obsesi buat tidak mengatakan masa kala United jadi salah satu regu terbaik di Eropa.”
Suasana United di Masa Ruben Amorim
Dia senantiasa berprofesi selaku direktur non- eksekutif di United serta nampak melihat pertandingan regu dikala mereka bermain imbang 2- 2 melawan Everton di Goodison Park pada Sabtu kemudian.
Hasil tersebut membuat United saat ini terletak di peringkat ke- 15 klasemen Premier League, cuma 13 poin dari zona degradasi serta 31 poin tertinggal dari pemuncak klasemen, Liverpool.
Ruben Amorim mengetuai 22 pertandingan semenjak mengambil alih Erik ten Hag pada November kemudian, dengan catatan 9 kemenangan, 4 hasil imbang, serta 9 kekalahan.
Kami perlu 3 poin, bukan satu. Kami sangat lembek serta kehabisan bola tanpa tekanan.
Dikala ditanya gimana metode tingkatkan konsistensi regu, Amorim menanggapi:
“ Aku tidak ketahui. Bila aku ketahui, aku hendak langsung mengubahnya. Dikala ini, kami cuma butuh fokus hari demi hari, bertahan masa ini, serta baru berpikir ke depan setelahnya.”
United masih mempunyai banyak pekerjaan rumah bila mau kembali ke jalan kemenangan, namun dengan pendekatan baru dari INEOS, mereka nyatanya siap meninggalkan bayang- bayang masa kemudian serta membangun masa baru di Old Trafford.
